Lelaki beriman istri soleha -->

Advertisement

Lelaki beriman istri soleha

Admin
Senin, 10 Desember 2007
PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork

Keutamaan hanya diketahui oleh orang yang memiliki keutamaan....

Pada zaman dahulu, ada seorang lelaki yang beriman tinggal bersama
dengan isteri dan anak-anaknya. Mereka tinggal dalam sebuah gubuk
sederhana. Meskipun mereka jauh dari kilauan dan gemerlap materi, hati mereka
dipenuhi dengan kasih sayang.

Pada suatu hari lelaki beriman itu berada dalam kesulitan,
sampai-sampai isterinya berkata kepada lelaki itu, "Kini simpanan kita tinggal satu
dirham saja." Lelaki itu mengambil satu dirham tersebut dan pergi ke
pasar. Dengan uang itu dia akan membeli sedikit makanan. Dalam keadaan
bertawakal kepada Tuhan, dia tiba di pasar. Baru beberapa langkah dia
berjalan, tiba-tiba terdenagar suara gaduh. Seseorang berkata dengan
marah, "Engkau harus membayar utangmu. Jika tidak, aku tidak akan membiarkan
engkau pergi."

Lelaki yang berdiri di hadapan orang itu menundukkan kepalanya karena
malu. Sang lelaki yang beriman itu mendekati kedua orang yang berselisih
itu dan dengan suara yang lembut bertanya, "Baiklah, katakanlah apa
yang menyebabkan kalian berselisih paham."

Lelaki yang berhutang berkata, "Lelaki ini telah menjatuhkan harga
diriku hanya karena uang satu dirham padahal saat ini aku tidak mampu untuk
melunasi utang tersebut."

Lelaki beriman itu berfikir sebentar dan kemudian, uang satu dirham
yang dimilikinya itu diberikannya kepada si penghutang. Akhirnya,
terjalinlah persahabatan antara orang itu tadi. Lelaki yang berutang itu
mendoakan keselamatan buat lelaki yang beriman itu serta mengucapkan
kesyukurannya.

Hati lelaki beriman itu dipenuhi rasa gembira karena berhasil menolong
orang lain. Lalu diapun pulang ke rumahnya. Di pertengahan jalan dia
terpikir, "Sekarang, bagaimana aku harus memberi jawaban kepada isteri
ku? Jika dia memprotes, aku akan membiarkannya karena itu haknya."

Sesampainya di rumah, dia menceritakan apa yang telah terajdi.
Isterinya adalah juga seorang perempuan yang baik dan beriman. Dia tidak
memprotes suaminya, malah berkata, "Engkau telah melakukan sesuatu yang baik
hari ini dan engkau telah memelihara harga diri lelaki itu. Allah pasti
akan memberi balasan kepadamu. Ambillah tali yang ada di rumah kita ini
dan juallah di pasar. Mudah-mudahan, uang tersebut bisa engkau gunakan
untuk membeli makanan.
Lelaki beriman itu merasa sungguh gembira dengan sikap isterinya
tersebut. Dia kemudian mengambil tali itu dan membawanya ke pasar.