Inilah Bukti Kalau Indra Bekti Gay -->

Advertisement

Inilah Bukti Kalau Indra Bekti Gay

Admin
Senin, 01 Februari 2016
PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork

  • Bekti: Aku pengen kamu sudah, stop saja semua. Jangan ada apa-apa lagi, jangan dilanjutin lagi hal-hal kayak ginian. Plis banget. Minta tolong.
  • Gigih: Kak Indra sayang sama istri Kak Indra?
  • Bekti: Iya dong!
  • Gigih: Terus kenapa Kak Indra khianati dia?
  • Bekti: Ya sudah makanya sekarang aku minta maaf, aku nggak mau jahatin dia lagi. Sudah ini stop,
  • Gigih: Kak Indra minta maaf ke siapa?
  • Bekti: Ya ke istri akulah,
  • Gigih: Sudah?
  • Bekti: Terus ke kamu juga, ya aku minta maaf,
  • Gigih: Kapan? Kak Indra kapan mau minta maaf ke istri Kak Indra? Apa Kak Indra mau ngomong semuanya?
  • Bekti: Ya nggaklah. Ya nggak mungkin dong. Pria yang persis bersuara Bekti ini pun mengaku tidak bisa menahan perasaan yang berbeda terhadap kaum Adam. Katanya, perasaan itu bukanlah keinginannya sendiri.
  • Bekti: Ya kan kita punya perasaan seperti ini, kita nggak bisa, nggak bisa apa ya? Ini bukan mau kita,
  • Gigih: Terus maunya siapa?
  • Bekti: Ya nggak tahu tiba-tiba perasaan ada seperti ini
  • Gigih: Bayangin! Di Indonesia itu ada 200 juta penduduk, terus cowoknya itu banyak banget. Berjuta-juta, kenapa Kak Indra bisa hubungin aku?
  • Bekti: Ya mungkin ini kita jadi, sudah petunjuk Allah. Maksud saya mungkin dengan cara seperti ini, kamu yang kasih petunjuk buat aku. Buat, ya lebih baik lagi mungkin atau apa, kita saling mengingatkan kan,
  • Gigih: Oke,
  • Bekti: Jadi aku terima kasih banget. Tadinya aku juga, awal-awal memang sudah lihat kamu tuh baik kan kamu, yang jelas, karena kamu baik, aku pengen bantu. Ada niatan baik dari kamu, aku juga jadi ada niatan untuk baik. Ya sudah, lupain... apa sih permintaan yang aneh-aneh itu nggak ada deh, Gigih: Dan Kak Indra kan tahu, aku bukan homoseks,
  • Bekti: Ya, ngerti,
  • Gigih: Aku bukan gay, apa Kak Indra bisa menghargai itu?
  • Bekti: Oh iya dong, pasti dong,
  • Gigih: Aku benar-benar normal,
  • Bekti: Iya, ngerti-ngerti,
  • Gigih: Dari kemarin aku pengen pulang, pengen nikah sebenarnya,
  • Bekti: Oh gitu. Aku tuh gini, aku bukannya nahan-nahan kamu itu, bukan karena aku pengennn (ML) sama kamu gitu nggak loh. Beneran deh! Ini demi Allah aku ya, niat pengen bantu gitu. Ntar dulu, ini ada tempat yang mau aku bikin buat kamu. Kamu harus fight gitu maksudnya, âYuk kamu fight yuk, di Jakarta kamu bisa besar deh kayaknyaâ. Aku tuh punya niatan kayak gitu. Tapi ya sudah kalau misalnya kamu punya rencana nikah, ya monggo. Kamu mau pulang, nanti aku biayain kepulangannya segala macam. Kalau kamu ada apa-apa tinggal ngomong sama aku,