Perhatian Publik Terhadap Sidang Jessica Kumala Wongso Yang Tak Cepat di Vonis -->

Advertisement

Perhatian Publik Terhadap Sidang Jessica Kumala Wongso Yang Tak Cepat di Vonis

Admin
Kamis, 15 September 2016
PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork

Nenek Martini, 60 Tahun Dari Bandung
Jakarta: Sidang pembunuhan Wayan Mirna Salihin dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso menyedot perhatian publik. Persidangan itu dinilai terlalu mengulur waktu.

Martini, 60, adalah salah satu dari banyak warga yang kesal dengan lamanya proses persidangan. Perempuan itu sengaja jauh-jauh dari Bandung, Jawa Barat, datang ke Jakarta menyempatkan waktu buat memantau jalannya sidang kasus Mirna.
"Saya geram sekali. Hmm...geregetan. Saya sengaja ke sini buat lihat sidangnya kayak apa, enggak puas saya kalau melihat dari tv," kata Martini sembari memukul kursi pengunjung di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (14/9/2016).


Martini bilang, kasus pembunuhan Mirna sebenarnya sederhana, namun dibikin rumit. Dia heran kenapa majelis hakim belum bisa mengeluarkan putusan.

"Kenapa lama sekali. Enggak usah lama-lama lah" ujar nenek berkerudung merah ini.

Martini duduk di barisan kursi paling belakang. ‎Dia tampak tak sabar menunggu sidang yang baru akan dimulai setelah jam makan siang.




Tetiba, ‎Martini keluar dari kursi pengunjung menuju ke arah depan. Di sana, dia sibuk mengambil foto keluarga Mirna. "Saya dapat foto ibunya Mirna. Kasihan saja, sidangnya lama," tutur Martina kesal.


Alimah, 46, pengunjung lainnya mengungkapkan hal yang sama. Ibu rumah tangga ini sengaja datang pagi-pagi untuk melihat langsung jalannya persidangan. Perempuan berkacamata itu harus bersusah payah berebut kursi agar bisa menyaksikan sidang dengan nyaman.

Setelah menyaksikan sidang selama tiga jam, Alimah mengatakan kalau persidangan Jessica sudah melebar dan tidak fokus. Menurut dia, majelis hakim sudah bisa menjatuhkan vonis terhadap Jessica.

"Sudah melebar ke mana-mana. Fokusnya harus ke siapa yang menaruh sianida di kopi. Kita semua tahu, tidak ada yang datang di meja selain saksi, sudah itu saja fokusnya, kenapa dibuat ribet?" ujar Alimah geram.

Menurut Alimah, tingkah Jessica selama menunggu korban seperti membayar lebih dulu minuman, menyusun paper bag, reaksi saat Mirna semaput, semuanya mengundang kecurigaan. Dia bilang, dari situ semua orang tahu siapa pembunuh Mirna.

"Sidang memainkan emosi orang. Semua orang tahu pelakunya, orang bodoh pun tahu. Mudah-mudahan persidangan ini menghukum pelaku sesuai dengan perbuatan," kata Alimah.

Pantauan Metrotvnews.com, persidangan Jessica dikawal ketat Kepolisian. Tampak puluhan polisi berjaga di dalam dan ruang sidang.

Wakapolsek Kemayoran AKP Bambang Surwanto mengatakan, pihaknya mengerahkan sekira 50 personel gabungan dari Polsek Kemayoran dan Polres Jakarta Pusat. Pasukan keamanan bertugas mengawal semua persidangan di PN Jakpus.

"Khusus untuk sidang Jessica ada 15 personel," kata Bambang.

Mirna meregang nyawa usai menyeruput es kopi Vietnam di Kafe Olivier, 6 Januari. Kopi itu dipesankan Jessica. Rekan kuliah Mirna di Billyblue College, Australia itu didakwa Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana. Jessica terancam hukuman maksimal, yakni hukuman mati.