Setelah Turun 18% Kemarin, Apakah Kini Saatnya Bertaruh Pada Boeing? -->

Advertisement

Setelah Turun 18% Kemarin, Apakah Kini Saatnya Bertaruh Pada Boeing?

Admin
Rabu, 11 Maret 2020
PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork

Boeing Co (NYSE:BA) tampaknya akan jatuh ke dalam jurang maut. Kemarin, sahamnya anjlok lebih dari 18% akibat banyaknya berita buruk yang mengkonfirmasi bahwa krisis keuangan untuk perusahaan aeronautika terbesar di dunia ini semakin parah setelah pesawat andalannya 737 MAX mulai dilarang mengudara tahun lalu.

Firma yang bermarkas di Chicago itu mengatakan kepada para karyawannya kemarin bahwa perusahaan itu segera menangguhkan perekrutan serta menerapkan langkah-langkah lain untuk menghemat pengeluaran. Langkah-langkah ini terjadi seiring virus covid-19 yang menyebar cepat secara drastis dan berdampak pada perjalanan udara dan merusak maskapai di seluruh dunia.

Berita itu menyebabkan saham produsen pesawat jatuh, memperpanjang penurunan tahun lalu menjadi 55%. Sahamnya ditutup kemarin pada $189,08, level terendah dalam 30 bulan. Sebelum pencegahan yang dilakukan perusahaan untuk menghemat pengeluaran, Saham Boeing sudah mengalami penurunan besar akibat dua kecelakaan fatal 737 MAX-nya yang merenggut 346 nyawa.

Boeing Weekly Price Chart
“Dibalik upaya untuk mengembalikan 737 MAX kembali mengudara secara aman dan dampak finansial dari jeda produksi MAX, kami sekarang menghadapi gangguan ekonomi global yang dihasilkan oleh COVID-19," tulis CEO Boeing Dave Calhoun dan CFO Greg Smith dalam sebuah catatan kepada karyawan, yang dikutip oleh media.

Pengumuman itu datang seiring data terbaru dari perusahaan menunjukkan bahwa maskapai penerbangan mungkin mengurangi jumlah pesawat 737 MAX yang telah mereka pesan. Menurut data yang dirilis pada hari Rabu di situs web Boeing untuk bulan Februari, Air Canada mengurangi pesanan kapal tersebut sebanyak 11 kapal.

Kontrak pesawat biasanya memungkinkan pembeli untuk membatalkan pesanan ketika pengiriman telah ditunda selama satu tahun atau lebih. Itu memberi maskapai penerbangan kemungkinan untuk menegosiasikan kembali kesepakatan dan mencari konsesi seiring larangan MAX untuk mengudara di seluruh dunia genap memasuki umur satu tahun pada hari Jumat.

Kemunduran akibat Virus Covid-19
Dalam artikel Desember kami, kami mencatat bahwa yang terburuk untuk Boeing belum datang karena Industri Penerbangan Federal tidak ingin terlihat terburu-buru untuk menyetujui izin mengudara MAX seiring mereka mencoba mendapatkan kembali kepercayaan penumpang dan regulator asing. Kemunduran yang diakibatkan virus covid-19 membuat usaha Boeing untuk kembali normal tertunda.

Dengan jet MAX yang menumpuk di luar pabrik di Renton, Washington dan pengawasan peraturan berlanjut, Boeing akan lebih menderita secara finansial, membuat langkah analis untuk mengambil keputusan terkait nilai rendah saham tersebut lebih sulit.

Menurut sebuah laporan di Wall Street Journal, Boeing berencana untuk menarik sisa pinjaman $13,8 miliar yang diamankan bulan lalu untuk menangani krisis uang tunai yang dihadapinya.

Langkah-langkah tersebut merupakan reaksi terhadap berbagai tantangan, termasuk tagihan yang diperkirakan hampir mencapai $20 miliar terkait dengan pembekuan dalam produksi MAX dan kompensasi kepada pelanggan pesawat tersebut yang telah dilarang mengudara sejak bulan Maret lalu.

Setelah persiapan selama berbulan-bulan, pengendalian kerusakan, dan penyelidikan intensif, pesawat MAX masih dilarang mengudara dan tidak ada kepastian kapan larangan global itu akan dicabut. Ketua FAA Steve Dickson mengatakan kepada anggota parlemen di Washington kemarin bahwa agensinya tidak memiliki tenggat waktu khusus untuk mengizinkan jet MAX kembali ke udara. Namun, dia semakin mengaitkan keputusan tersebut untuk meningkatkan kepercayaan publik begitu larangan terhadap pesawat tersebut diangkat.

Selama larangan terhadap MAX masih ada, akan sulit untuk mengetahui sejauh mana kerusakan pada reputasi perusahaan dan prospek keuangannya. Tetapi taruhannya sangat tinggi untuk Boeing dan untuk ekonomi A.S.

Pesawat 737, yang pertama kali mengudara pada akhir 1960-an, adalah model terlaris industri penerbangan dan penghasil top Boeing. Versi MAX yang direkayasa ulang begitu sukses sehingga menarik lebih dari 5.000 pesanan senilai lebih dari $600 miliar, termasuk pesawat yang telah dikirim.

Kesimpulan
Penyebaran virus covid-19 telah semakin mengaburkan prospek saham Boeing dan tampaknya pengurangannya belum akan berakhir, terutama di lingkungan yang menempatkan situasi keuangan semua maskapai di bawah tekanan besar.

Boeing tentu saja mampu memecahkan masalah teknis yang diperlukan untuk membuat MAX menjadi penghasil pendapatan yang layak lagi, tetapi proses itu juga terkait erat dengan memenangkan kembali kepercayaan publik. Kami tidak berpikir bahwa tahap tersebut telah tiba dan risiko saham Boeing akan tetap lebih besar ke sisi negatifnya.