Tinggal di Bekasi, Satu Pasien Dalam Pengawasan Covid-19 Meninggal di Indramayu -->

Advertisement

Tinggal di Bekasi, Satu Pasien Dalam Pengawasan Covid-19 Meninggal di Indramayu

Jumat, 27 Maret 2020
PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork

Satu orang pasien yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) dilaporkan meninggal di Rumah Sakit Mitra Plumbon Indramayu. Pasien meninggal saat akan dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Indramayu. Sementara itu, pemerintah daerah gencar menyemprot area publik dan membubarkan kerumunan massa untuk mencegah penyebaran virus covid-19.

Direktur Rumah Sakit Mitra Plumbon Dedi Rohendi mengatakan, pasien yang meninggal tersebut memiliki gejala sesak nafas berat, demam, batuk berdahak dan nyeri seluruh badan. Pasien 48 tahun tersebut tinggal di Bekasi namun berasal dari Kabupaten Indramayu.

“Keadaan pasien memburuk tiba-tiba sesak nafas dan nyawanya tidak tertolong,” ungkap Dedi, Rabu 25 Maret 2020.


Dia menambahkan, pasien tersebut datang ke rumah sakit pada hari Senin kemarin. Saat datang ke rumah sakit kondisi pasien demam. Gejala yang muncul pada pasien mirip dengan gejala serangan virus covid-19. Namun karena keterbatasan alat dan petugas pasien tersebut belum bisa ditentukan positif atau negatif covid-19.

Sebelum meninggal pasien akan dirujuk ke rumah sakit lain namun rumah sakit rujukan penuh. Pihak rumah sakit sudah menghubungi 14 rumah sakit yang ada di Jakarta dan Jawa Barat namun kesemuanya penuh.

Sementara itu, guna mencegah penyebaran virus covid-19 Gugus Tugas Covid-19 Indramayu gencar menyemprot ruang terbuka publik. Penyemprotan difokuskan terhadap jalan-jalan protokol yang ada di Kabupaten Indramayu. Ruang pelayanan publik pun tak luput disemprot oleh para petugas.

Pasien inisial T (48) tahun yang meninggal dunia di RS Mitra Plumbon Indramayu dengan status PDP belum dilakukan tes swab oleh tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu. Dengan meninggalnya pasien tersebut sampai dengan jenajah dikremasi belum didapatkan hasil apakah positif/negatif.

Menurut Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Pengendalian Covid 19, Deden Bonni Koswara mengatakan, pasien tersebut datang ke IGD RS Mitra Plumbon Indramayu pada hari Senin, 23 Maret 2020 pukul 16.25 dgn keluhan panas, batuk berdahak, pilek dan sesak nafas, nyeri kepala, nyeri seluruh badan.

Mengacu pada pedoman yang dikeluarkan oleh Kemenkes, dengan adanya gejala tersebut maka orang itu ditetapkan sebagai PDP (pasien dalam pengawasan). Dengan status itu pasien harus segera dilakukan rujukan ke RSUD Indramayu sebagai rujukan Covid 19. Akan tetapi sembari menunggu proses rujukan pasien telah meninggal dunia.

“Untuk pemeriksaan swab belum dilakukan karena menunggu pasien berada di RSUD Indramayu yang sudah mampu mengambil sampel baik secara SDM maupun alatnya tapi saat dalam proses rujukan pasien sudah meninggal,” kata Deden di ruang kerjanya, Kamis (26/03/2020).

Deden menambahkan, untuk mengantisipasi kelanjutan dari kejadian tersebut selanjutnya tim surveillance dari Dinas Kesehatan sudah melakukan penelusuran dan pemantauan terhadap keluarga maupun karyawan pasien tersebut sesuai protap Kemenkes. Selama 14 hari kedepan dan akan mengambil langkah-langkah selanjutnya sesuai protap surveillance tersebut.

Deden mengakui, saat ini pihaknya tengah melakukan simulasi membuka perawatan baru jika bed isolasi yang disediakan penuh dan juga berkoordinasi dengan rumah sakit dalam wilayah Indramayu maupun di luar Indramayu jika disini tidak mampu menangani.