Anak Muda Menjadi Celah Bagi Penyebaran Virus Corana COVID-19 -->

Advertisement

Anak Muda Menjadi Celah Bagi Penyebaran Virus Corana COVID-19

Senin, 06 April 2020
PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork

OKEZONE.asia - Beberapa pekan terakhir ini, jumlah warga pengidap virus COVID-19 di Taiwan meningkat drastis. Menilik data yang ada, sebagian besar kasus infeksi tersebut berasal dari luar Taiwan dan mayoritas didominasi oleh warga dengan usia yang cukup belia. 00:21
Semenjak tanggal 21 Maret hingga 24 Maret 2020, arus mobilisasi warga Taiwan yang kembali ke tanah air meningkat. Jumlah warga yang positif tertular virus korona dari luar Taiwan mencapai angka 80 kasus. Rasio warga dengan rentang usia di bawah 40 tahun mencapai 76%.
Sebelumnya, Taiwan telah memberlakukan larangan bagi warga Asing untuk memasuki Taiwan per tanggal 19 Maret 2020. Meski demikian, warga Taiwan yang tengah menempuh studi atau bekerja di luar negeri, berbondong-bondong kembali tanah air.

Dalam kurun 4 hari tersebut, jumlah kasus positif COVID-19 di Taiwan membludak hingga 76 orang.  32 di antaranya memiliki gejala seperti panas dan batuk sebelum tiba di Taiwan.

Kebanyakan dari mereka memutuskan untuk pulang, karena khawatir dengan tingkat penyebaran virus korona di luar negeri. Apalagi mekanisme pencegahan epidemi di Taiwan merupakan salah satu yang terdepan di dunia. Para pakar mengemukakan, penularan COVID-19 ini tidak hanya menyerang orang tua saja, melainkan juga bisa berdampak buruk bagi mereka yang muda.

Dosen Universitas Yang Ming, Chou Yiing-jenq (周穎政) mengatakan, "Yang dicemaskan oleh para pakar asing adalah sikap anak muda yang suka bepergian keluar . Ada kemungkinan, jika mereka adalah satu media yang menyebarkan virus (spreader). Gejala pada kaum muda yang positif tertular COVID-19, biasanya tidak begitu terlihat. Ketika mereka pergi berpesta atau beraktivitas dengan sesama, maka tanpa disadari virus telah menyebar."

Dosen Universitas Yang Ming, Chou Yiing-jenq mengatakan, “Mereka jangan membawa virus ini hingga ke rumah masing-masing. Karena banyak anak muda Taiwan yang tinggal bersama dengan orang tua atau kakek nenek. 

Meskipun saat (anak muda) terinfeksi, tetapi tidak begitu berpengaruh. Namun hal ini bisa berdampak bagi para orang tua yang tinggal di rumah.”

Hanya saja, daya imun tubuh pada usia muda memang lebih baik, sehingga gejala yang diperlihatkan tidak terlalu menonjol atau bahkan tanpa gejala (super-spreader). Namun, hal tersebut dikuatirkan malah akan menjadi celah bagi penyebaran virus, jika anak-anak muda masih melakukan aksi kumpul-kumpul dengan sesama.