Mendapat Penghasilan Tambahan Disaat Wabah COVID-19 -->

Advertisement

Mendapat Penghasilan Tambahan Disaat Wabah COVID-19

Rabu, 29 April 2020
PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork

OKEZONE.asia - sikap dan perilaku di 25 pasar Beberapa negara di tracker COVID-19 internasional YouGov – termasuk India, Malaysia, Filipina, Arab Saudi, Inggris, dan berbagai negara bagian di AS – menjalani karantina wilayah (lockdown) antara survei sebelumnya dan survei terbaru di sana, dan dampaknya dapat jelas terlihat dari jumlah orang yang menghindari tempat ramai atau pergi bekerja di sejumlah negara tersebut. Sebagai contoh, di India jumlah orang yang melaporkan bahwa mereka telah menghindari pergi bekerja telah melonjak dari 26% menjadi 63%, sedangkan di Malaysia, angkanya naik tajam dari 14% menjadi 55%.
 
Di Inggris, jumlah orang yang menghindari tempat umum yang ramai meningkat dari 57% menjadi 80%, membuatnya sejajar dengan negara lain yang telah menjalani lockdown lebih lama. Beberapa negara telah mengalami pergeseran besar meski tidak diwajibkan untuk tinggal di rumah. Di Jerman, yang penduduknya diimbau untuk menerapkan kebijakan pembatasan interaksi sosial (social distancing), tetapi tanpa dikenakan lockdown, proporsi penduduk yang menghindari tempat ramai telah naik dari 46% menjadi 70%.
 
Demikian pula di Indonesia, yang hingga saat ini belum menerapkan lockdown dalam survei terbaru, melihat adanya peningkatan pada jumlah orang yang menghindari tempat umum dari 51% menjadi 73%, dan mereka yang menghindari pergi bekerja juga bertambah dari 18% menjadi 47%. Swedia dan Finlandia menjadi dua negara yang paling kecil kemungkinannya untuk berhenti berbaur, dengan hanya 44% dan 47% responden mengatakan bahwa mereka menghindari keramaian. Tingkat ketakutan terus meningkat di banyak negara Kenaikan paling signifikan terkait hal ini terjadi di Inggris, dengan 61% penduduk Inggris kini mengaku sangat atau cukup takut tertular penyakit ini, dibandingkan dengan 48% minggu lalu. Tingkat ketakutan juga jelas naik di Australia dan Jerman, kedua negara tersebut mengalami kenaikan sebesar 12 persen dalam jumlah orang yang sangat atau cukup khawatir mereka akan terinfeksi (naik dari 35% menjadi 47% di Australia dan dari 37% menjadi 49% di Jerman).
 
Penduduk India, Kanada, Meksiko, dan Amerika juga mengalami kenaikan dua digit dalam jumlah orang yang takut mengidap virus ini. Di empat negara Nordik, tidak ada perubahan terkait hal ini dari satu minggu ke minggu berikutnya. Bersama dengan Meksiko, kelima negara ini menjadi 5 negara dengan tingkat kekhawatiran terendah, dengan hanya 27-42% responden yang menyatakan sangat takut. Kebijakan pemerintah Dukungan agar pemerintah dapat mengambil berbagai kemungkinan kebijakan terus meningkat di berbagai negara yang diteliti. India dan Jerman secara khusus juga termasuk yang secara konsisten paling mungkin bergerak mendukung kebijakan pemerintah guna memberantas penyakit ini, dengan kenaikan dua digit pada jumlah penduduk yang mendukung hampir semua kebijakan.
 
Di Singapura – yang pada minggu lalu kami mengamati adanya sikap yang mulai melunak – terjadi perubahan besar yang dramatis terkait mengizinkan penerbangan dari negara-negara dengan kasus COVID-19. Jumlah penduduk Singapura yang ingin penerbangan sementara waktu dilarang dari dari sejumlah negara tersebut telah naik sebesar 18 persen menjadi 56%. Ini pertama kalinya mayoritas penduduk mendukung kebijakan ini sejak kami mulai melakukan tracking.

INGIN AMBIL BAGIAN

DAN MENDAPAT PENGHASILAN TAMBAHAN

DISAAT HOME TO WORK COVID-19


SEGERA GABUNG!!!

KLIK DISINI